MAAF DI PROTEKSI BAGI YANG INGIN FILE ASLINYA SILAHKAN INBOX DI FB SAYA,

Kamis, 11 Oktober 2012

CONTOH LAPORAN PRAKERIN TKJ




BAB I
PENDAHULUAN

1.1            Latar Belakang Pelaksanaan PRAKERIN
Prakerin (Praktek Kerja Industri) merupakan salah satu kegiatan Intrakurikuler yang dilaksanakan oleh para siswa sekolah kejuruan. Mencakup pengalaman kerja dan tugas lain yang sesuai dengan program keahliannya masing-masing.
Prakerin yang dilaksanakan oleh SMK Negeri Rajadesa selain tercantum dalam Kurikulum Sekolah Menengah Kejuruan edisi tahun 2011 yang harus dilaksanakan pada semester IV, tidak diartikan secara terbatas sebagai pelatihan saja.
Prakerin dimulai dari perkenalan medan dan pembentukan keterampilan terbatas, sehingga secara sepenuhnya siswa dapat berdiri sendiri.
Prakerin merupakan Sekolah kejuruan yang bertujuan mencetak tenaga-tenaga ahli yang terampil di bidang jasa guna memenuhi tuntutan pasar kerja yang ada.
Dalam rangka mewujudkan tujuan SMK 1 Negeri Rajadesa Ciamis menyelenggarakan Prakerin (Praktek Kerja Industri) dalam jangka waktu 3 bulan yang pelaksanaannya di Instansi Pemerintah.
Perlu kita sadari bahwa sampai saat ini lulusan SMK belum dapat diserap secara langsung oleh pihak dunia usaha maupun industri. Secara kasat mata terbukti hampir setiap dunia usaha/ industri ketika merektrut tenaga kerja lulusan SMK masih menerapkan pendidikan dan pelatihan bagi yang telah selesai lolos seleksi penerimaan karyawan rata-rata 2 bulan. Hal ini menunjukan bahwa keterampilan yang dimiliki lulusan SMK belum diakui oleh dunia usaha/ industri.
Jika kita kaji secara seksama, kita tidak dapat menyalahkan dunia usaha/ industri memang pada kenyataanya masih banyak SMK yang sangat minim peralatan praktik, sehingga peserta diklat yang seharusnya porsi pembelajaran praktik yang idealnya 70 % hanya dapat dilaksanakan 30 % bahkan ada beberapa SMK yang tidak memiliki peralatan praktik. Dalam pelaksanaan peserta diklat hanya diberi teori tanpa praktik, pada akhirnya peserta diklat hanya dapat berangan-angan dengan teori saja, tidak ada peralatan kenyataan sebenarnya.
SMK yang peralatan praktiknya cukup memadai, belum tentu peralatan itu sesuai dengan yang berada di dunia usaha/ industri. Sekarang peralatan di dunia usaha/ industri sudah serba otomatis sedangkan peralatan di SMK masih manual. Sehingga pelaksanaan praktik hanya dapat mengenal peralatan yang ada, kurang memperhatikan kebutuhan di dunia usaha/ industri, itupun tidak semuanya dapat memanfaatkan secara maksimal.
Sesuai dengan hasil pengamatan dan penelitian Direktorat Pendidikan Menengah Kejuruan, pola penyelenggaraan pendidikan di SMK belum secara tegas menghasilkan tamatan sebagaimana yang di harapkan.. Hal tersebut dapat dilihat dari kondisi pembelajaran belum kondusif untuk menghasilkan tenaga kerja yang professional, karena keahlian professional seseorang tidak semata-mata diukur oleh penguasaan unsur pengetahuan dan teknik pekerja, tetapi harus dengan penguasaan kiat (arts) bekerja yang baik.
Penggunaan unsur ilmu pengetahuan dan teknik bekerja dapat dipelajari di sekolah, namun untuk kiat adalah sesuatu yang tidak dapat di ajarkan tetapi harus dikuasai melalui pembiasaan dan internalisasi.
Untuk kiat yang menjadi faktor utama penentu kadar keahlian profesianal seseorang, hanya dapat dikuasai melalui cara mengerjakan pekerjaan pada bidang profesi itu sendiri. Karena itulah tumbuh suatu ukuran keahlian professional berdasarkan jumlah pengalaman kerja. Misalnya tingkat keahlian seorang montir diukur dari jumlah tahun kerjanya sebagai montir dan sertifikat seorang “welder” biasa batal apabila lebih dari 1 tahun tidak lagi mengerjakan pengelasan.
Mata diklat praktik kejuruan yang disajikan disekolah biarpun menggunakan peralatan yang lengkap dan modern, pada dasarnya hanya mampu menyajikan proses dan situasi peniruan (simulasi) karena bukan situasi yang sesungguhnya, oleh karena itu sulit diharapkan untuk mampu memberikan keahlian sebagaimana yang diharapkan.
Melihat kenyataan diatas, Dikmenjur menetapkan strategi operasional berdasarkan pada kebijakan “Link And Match (Kesesuaian dan kesepadanan)” Departemen Pendidikan dan Kebudayaan dalam model penyelenggaraan Pendidikan Sistem Ganda. Pelaksanaan sesuai dengan ketentuan yang dituangkandalam Undang-undang No. 2 tahun 1089 tentang Sistem Pendidikan Nasional, PP No. 20 tahun 1990 tentang Pendidikan Menengah, PP No. 2 tahun 1992 tentang Peran serta masyarakat dalam Pendidikan Nasional, Kepmendikbud No. 0409/U/1993 tentang kurikulum SMK.

1.2            Maksud dan Tujuan PRAKERIN
1.2.1 Tujuan Umum
Prakerin adalah merupakan suatu sistem pembelajaran yang dilakukan di luar Proses Belajar Mengajar dan dilaksanakan pada perusahaan/ industri atau instansi yang relevan. Secara umum pelaksanaan program PRAKERIN ditujukan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa dibidang teknologi, penyesuaian diri dengan situasi yang sebenarnya, mengumpulkan informasi dan menulis laporan yang berkaitan langsung dengan tujuan khusus.
Setelah siswa melaksanakan program PRAKERIN secara khusus siswa di harapkan memperoleh pengalaman yang mencangkup tinjauan tentang perusahaan dan kegiatan-kegiatan praktek yang berhubungan langsung dengan teknologi baik perencanaan, pengelolaan maupun pelaksanaan atau operasionalnya.
Tujuan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) adalah menyiapkan peserta didik sebagai tenaga kerja tingkat menengah yang terampil, terdidik dan professional serta mampu mengembangkan diri sejalan dengan perkembangan Ilmu dan Teknologi.
Tujuan diadakannya PRAKERIN ditujukan untuk membentuk diri agar memiliki profesionalitas kerja antara lain :
1.    Meningkatkan, memperluas dan menetapkan keterampilan  yang membentuk kemampuan siswa sebagai bekal untuk memasuki lapangan kerja yang sesuai dengan program keahlian yang disiplin ilmunya.
2.    Memberikan kesempatan kerja kepada siswa untuk memperoleh pengalaman kerja nyata di dunia kerja sebagai bagian dari upaya peningkatan mutu dan relevasi tamatan SMK.
3.    Meningkatkan, mencapai/ memenuhi kualifikasi keahlian siswa mata diklat produktif pada bidang tertentu dan memperoleh sertifikat kompetensi.
4.    Memperoleh jaringan kerjasama yang saling menguntungkan antara pendidikan kejuruan dengan industri/ perusahaan.
5.    Meningkatkan kepedulian dan peran serta aktif dunia usaha/ industri, dalam rangka ikut mencerdaskan bangsa melalui pendidikan kejuruan.
6.    Menumbuh kembangkan dan memanfaatkan siswa profesional yang diperlukan siswa untuk memasuki lapangan sesuai dengan keahliannya.
7.    Meningkatkan pengenalan siswa pada aspek-aspek usaha yang potensial dalam lapangan kerja antara lain : Struktur Organisasi, asosiasi Usaha, Jenjang Karir dan Menengah Usaha.
8.    Memberikan kesempatan pada siswa untuk memasyarakatkan diri pada sesuatu/ iklim lengkungan kerja yang sebenarnya, baik sebagai pekerja penerima upah, sebagai pekerja mandiri terutama yang berkenan dengan disiplin kerja.
9.    Meningkatkan, memperluas dan memantapkan proses penyerapan teknologi baru dari lapangan kesekolah dan sebaliknya.
10.     Memperoleh masukan dan umpan balik (Feed Back) untuk memperbaiki dan mengembangkan kesesuaian Pendidikan Kejuruan.
11.     Menjalin kerja sama dengan dunia usaha secara institusional untuk memberikan peluang masuk dan ditempatkannya alumni.

1.2.2 Tujuan Khusus
Tujuan saya membuat laporan ini adalah untuk menunjukan bukti bahwa saya telah melakukan PRAKERIN, dengan adanya karya tulis/ laporan ini mudah-mudahan biasa bermanfaat bagi yang membacanya.
Selain itu untuk menambah keberhasilan dan kesempurnaan karya tulis/ laporan ini kiranya penyusun menyajikan beberapa tujuan penyusunan laporan kegiatan PRAKERIN, adalah :
1.    Laporan tertulis (karya tulis) merupakan bukti bahwa siswa telah melaksanakan tugas di kantor yang bersangkutan.
2.    Laporan tertulis (karya tulis) merupakan syarat untuk mempertanggung jawabkan hasil Prakerin.
3.    Merupakan uraian kegiatan yang di dapat siswa dalam melaksanakan Prakerin.
4.    Dapat menambah data dan pembendaharaan perpustakaan sekolah dan untuk menambah pengetahuan bagi para siswa angkatan berikutnya.
5.    Merupakan bahan bagi para siswa terhadap penguasaan teori yang diperolehnya.

1.3            Manfaat PRAKERIN
1.        Bertambahnya wawasan dan ilmu pengetahuan saya terutama di bidang komputer.
2.        Mendapatkan pengalaman kerja.
3.        Memperoleh gambaran tentang cara kerja yang baik dan benar serta dapat membedakan hal-hal yang baik dan buruknya suatu pekerjaan.
4.        Memperoleh gambaran bagaimana cara kerja di dunia usaha/ industri.
5.         Dengan dilaksanakannya Prakerin (Praktek Kerja Industri) siswa mampu memahami dan mengembangkan pelajaran dalam pelaksanaan dalam penerapan dalam dunia usaha.
6.         Teori yang diterima disekolah sangat bermanfaat dam membantu dalam melaksanakan Prakerin (Praktek Kerja Industri).
7.         Prakerin (Praktek Kerja Industri) dilaksanakan untuk meningkatkan ketermpilan dan menambah bagi siswa-siswi dalam bidang Administrasi Perkantoran.
8.         Pendidikan di Sekolah serta di dunia usaha sebagai sarana utama dalam pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkulitas.
9.         Belajar dengan praktek ternyata dirasakan lebih mudah dimengerti dibandingkan belajar melalui teori.
10.     Melalui pelaksanaan Prakerin (Praktek Kerja Industri) siswa dapat mendapat tambahan ilmu yang tidak diperoleh di sekolah.

1.4            Waktu dan Tempat Pelaksanaan PRAKERIN
Saya melaksanakan Prakerin (Praktek Kerja Industri) di Kantor Setda Kab. Ciamis pada Bagian Organisasi Jl. Mayor Utarya No. 01 pada tanggal 15 Januari 2010 s/d 15 April 2010.

1.5            Hasil yang Ingin Dicapai
Saya ingin menjadi orang yang berguna dengan tumbuhnya sikap dewasa setelah melaksanakan PRAKERIN dan matang untuk menghadapi dunia pekerjaan.


BAB II
SEJARAH DAN STRUKTUR ORGANISASI

2.1 Sejarah Singkat Pemerintah Daerah Kab. Ciamis
Istilah atau kata Ciamisberasal dari kata Ciamis yang mempunyai arti gunung-gunung, seolah-olah merupakan air laut. Yang pada kenyataannya memang Kabupaten Ciamis merupakan daerah yang mempunyai banyak pegunungan. Ciamis lahir pada tanggal 4 Oktober 1901, dengan berbagai periode antara lain :
2.1.1 Periode Pemerintahan Galunggung
Pada abad ke VII Masehi di daerah yang sekarang menjadi daerah Kabupaten Ciamis sudah ada kehidupan masyarakat yang teratur atau pemerintahan. Pusat dari kehidupan masyarakat adalah Galunggung Denuh dan Galuh. Yang memerintahnya adalah Sang Wreti Kandayunan atau Rahiyangta RI Menir, kemudian ketiga putranya pun diberi kekuasaan dan jabatan tertentu. Yang berkedudukan di Galunggung bersifat kebaratan dan berfungsi sebagai pusat keagamaan serta mempunyai kekuasaan dalam pengesahan (Abhiseka) raja-raja.
Kira-kira 400 tahun kemudian di dapatkan sumber autentik  yaitu prasasti Gegeur Hanjuang yang di temukan di bukit Gegeur Hanjuang di desa Linggawangi Kecamatan Leuwisari, Kewadanaan Singaparna, termasuk daerah Galunggung. Selain itu di susul dengan penemuan-penemuan lainnya yang dianggap sebagai bekas peninggalan.

2.1.2 Periode Pemerintahan di Sukakerta
Sukakerta terletak kira-kira 5 Km di sebelah timur Kecamatan Sukaraja. Pada kitab Waruga Jagat Eksistensi Sukakerta kira-kira sejaman dengan kerajaan Pakuan Padjadjaran di bawah kekuasaan Sri Baduga Maharaja.

Selain dari kitab tersebut, dari naskah-naskah lain seperti Suryadi dan Maman serta naskah lainnya menerangkan tentang kebenaran bahwa Sukakerta ada hubungan darah dengan penguasa-penguasa padjadjaran. Barang-barang Pusaka Sukapura mendapatkan peninggalan-peninggalan yang diangkat dari Pusaka Padjadjaran. Bahkan menurut keterangan Tatang Makmur, kepada kabin Kebudayaan Kecamatan Sukaraja bahwa yang memegang kekuasaan-kekuasaan di Sukakerta dan Cibuniagung masih mempunyai hubungan keluarga. Cibuniagung adalah nama daerah yang letaknya tidak jauh dari Sukakerta.
Sementara dalam silsilah leluhur bupati-bupati Sumedang di sebutkan adanya Sunas Sukakerta yang identik dengan Dalem Sukakerta yang menggantikan mertuanya (Sri Gading) menjadi penguasa di Sukakerta. Sri Gading Anteg masa hidupnya sejaman dengan Sri Baduga Maharaja (1427-1521)
Setelah wafat kemudian Sri Gading di pusarakan di Anteg. Oleh karena itu, dalam Sukakerta diperkirakan sejaman dengan Prabu Surawisesa (1512-1535) Raja Padjajaran yang menggantikan Sri Baduga Maharaja.

2.1.3 Periode Pemerintahan di Sukapura
Wirawangsa adalah Bupati Sukapura pertama, beliau menjadi bupati sebagai hasil proses pergolakan di Priangan. Pada pengangkatannya pangkatnya di sebut sebagai Mantri Agung.
Setelah Dipati Ukur-Ukur menyerah, pusat pemerintahan dipindahkan dari Dayeuh tengah Sukakerta ke Leuwiloa Sukaraja dan ”Negara” di sebut ”Sukapura”. Pada tanggal 20 april 1641 dianggap sebagai hari berdirinya Kabupaten Sukapura dengan Bupati pertamanya Tumenggung Wiradadaha. Pada tahun 1832 Bupati Wiradadaha VIII memindahkan Ibu Kota Sukaraja ke Harja Winangun atau Rajadesa yang diresmikan tahun 1834.
Kemudian berdasarkan surat resmi dari Gubernemen, pada tanggal 4 Oktober 1901 Ibu Kota Kabupaten Sukapura dari Rajadesa di pindahkan ke Ciamis adalah R.T.A. Prawira Adiningrat. Adapun alasan perpindahan tersebut karena faktor ekonomi bagi kepentingan Gubernemen, karena Rajadesa letaknya kurang memenuhi untuk dijadikan tempat pengumpulan hasil-hasil perkebunan yang ada di Galunggung.

2.1.4 Periode Pemerintahan di Ciamis
R.T.A. Wiradi Putra memerintah di Ciamis yang pertama pada tahun 1938-1944. Kemudian pada tahun 1944-1948  yang menjadi Bupati di Ciamis adalah R.T.A. Sunarya, yang merupakan bupati turunan Sukapura yang ke-XVI. Setelah itu pada tahun 1948-1949 diangkat lagi R.T.A. Wiradi Putra, Beliau adalah Bupati turunan Sukapura yang terakhir menjabat Bupati Ciamis, karena jabatan Bupati berdasarkan menurut keturunan 1 keluarga. Namun setelah R.T.A. Wiradi Putra diangkat yang kedua kalinya tradisi jabatan Bupati tidak lagi menurut keturunan satu keluarga, hal ini disesuaikan dengan alam merdeka yang demokratis.
Sesuai dengan gelombang pasang surutnya perjuangan bangsa Indonesia peraturan tentang pemerintah daerah pun mengalami beberapa kali penyempurnaan dan perubahan. Kemudian ditetapkan UU No. 11 tahun 1950 tentang pembentukan – pembentukan kabupaten di lingkungan Provinsi Jawa Barat antara lain Ciamis, menurut UU tersebut tempat kedudukan Pemerintah Daerah kabupaten Ciamis ditetapkan di kota Ciamis dengan jumlah anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) sebanyak 23 orang.
Maka secara hukum, hari di tetapkannya UU No. Tahun 1945 yaitu tanggal 23 November 1945 atau hari di tetapkannya UU No. 1 tahun 1945, yaitu pada tanggal 8 Agustus 1950 serta di anggap sebagai hari terbentuknya Kabupaten Ciamis dalam lingkungan negara.


2.2 Sejarah Singkat Bagian Organisasi Pemerintah Daerah Kabupaten      Ciamis
Bagian Organisasi adalah merupakan salah satu bagian dari unit Sekretariat Daerah Kab. Ciamis yang mana dibagian Organisasi tersebut terdiri dari 3 Sub bagian yaitu Sub Bagian Analisis Formasi Jabatan (Anforjab), Sub Bagian Ketatalaksanaan, Sub Bagian Kelembagaan.
Bagian Organisasi merupakan yang didalamnya terdapat tugas-tugas sesuai dengan pekerjaannya masing-masing,diantaranya :
2.2.1 Sub Bagian Analisis Formasi Jabatan (Anforjab)
Sub Bagian Analisis Formasi Jabatan (Anforjab) mempunyai tugas melaksanakan bahan perumusan kebijakan dalam menentukan formasi suatu jabatan melalui penganalisaan.
   Uraian tugas Sub Bagian Analisis Formasi Jabatan, antara lain :
1.    Melaksanakan penyusunan rencana kerja SUB bagian analisis jabatan.
2.    Melaksanakan pengumpulan, pengolahan dan penganalisaan data jabatan dalam pesitap Organisasi perangkat daerah.
3.    Melaksanakan konsultasi dengan Dinas, Badan, Kantor, Kecamatan atau unit kerja latin di lingkungan pemerintah kabupaten dalam rangka penyusun formasi jabatan baik struktural, fungsional daan non struktural sesuai dengan kebutuhan organisasi perangkat daerah yang bersangkutan.
4.    Melaksanakan konsultasi dengan Dinas, Badan, Kantor, Kecamatan atau unit kerja terkait dalam penyusunan laporan akuntabilitas kerja instansi pemerintah sebagai upaya dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
5.    Melaksanakan monitoring, evaluasi dan pelaporan hasil pelaksanaan tugas.
6.    Melalsanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan dalam penyusunan uraian jabatan sebagai pedoman pelaksanaan tugas setiap pemangku jabatan dalam suatu organisasi perangkat daerah baik dinas, badan, kantor, kecamatan maupun lembaga teknis lainnya.
7.    Melakukan penyusunan konsep rancangan peraturan daerah/ keputusan kepala daerah dalam rangka pengaturan/ penetapan hasil rumusan-rumusan dalam kegiatan analisis formasi jabatan.

2.2.2       Sub Bagian Ketatalakasanaan
Sub Bagian Ketatalaksanaan mempunyai tugas penyiapan bahan perumusan kebijakan dalam aspek ketatalaksaan seluruh organisasi perangkat daerah.
Uraian tugas Sub Bagian Ketatalaksaan, antara lain :
1.         Melaksanakan penyusunan rencana kerja bagian katatalaksanaa.
2.         Melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan dalam penyusunan pedoman kerja seluruh organisasi perangkat daerah.
3.         Melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan  mengenai tata cara kerja bagi setiap unit kerja dalam organisasi perngkat daerah.
4.         Melaksanakan konsultasi dengan Dinas, Badan, Kantor, Kecamatan atau unit kerja terkait dalam penyusunan laporan akuntabilitas kerja instansi pemerintah sebagai upaya dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
5.          Melaksanakan konsultasi dengan Dinas, Badan, Kantor, Kecamatan atau unit kerja latin di lingkungan pemerintah kabupaten dalam rangka penyusun formasi jabatan baik struktural, fungsional daan non struktural sesuai dengan kebutuhan organisasi perangkat daerah yang bersangkutan.
6.         Melaksanakan monitoring, evaluasi dan pelaporan hasil pelaksanaan tugas.
7.         Melaksanakan pengumpulan, pengelolaan dan penganalisisan data yang berhubungan dengan aspek ketatalaksanaan meliputi kegiatan tata hubungan kerja, kelengkapan pedoman kerja, tata cara kerja, sistem koordinasi dan pelaksanaan koordinasi, pengawasan pembinaan dan pengendalian pada setiap organisasi perangkat daerah.


2.2.3       Sub Bagian Kelembagaan
Sub Bagian Kelembagaan mempunyai tugas melaksanakan pennyiapan bahan perumusan kebijakan dalam penataan, pembentukan, penggabungan dan penghapusan organisasi perangkat daerah kabupaten.
Uraian tugas Sub Bagian Kelembagaan, antara lain :
1.    Melaksanakan penyusunan rencana kerja bagian kelembagaan.
2.    Melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan dalam penyusunan pedoman kerja seluruh organisasi perangkat daerah.
3.    Melaksanakan penyiapan bahan perumusan kebijakan  mengenai tata cara kerja bagi setiap unit kerja dalam organisasi perngkat daerah.
4.    Melaksanakan konsultasi dengan Dinas, Badan, Kantor, Kecamatan atau unit kerja terkait dalam penyusunan laporan akuntabilitas kerja instansi pemerintah sebagai upaya dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
5.    Melaksanakan konsultasi dengan Dinas, Badan, Kantor, Kecamatan atau unit kerja latin di lingkungan pemerintah kabupaten dalam rangka penyusun formasi jabatan baik struktural, fungsional daan non struktural sesuai dengan kebutuhan organisasi perangkat daerah yang bersangkutan.
6.    Melaksanakan monitoring, evaluasi dan pelaporan hasil pelaksanaan tugas.


2.3         Visi dan Misi Pemerintah Kab. Ciamis
2.3.1 Visi Pemerintahan Kab. Ciamis
” Ciamis yang religius / islami, sebagai kabupaten yang maju dan sejahtera serta kompetitif dalam bidang Agribisnis di Jawa Barat tahun 2010.”

2.3.2 Misi Pemerintahan Kab. Ciamis
Adapun misi Pemerintah Kab. Ciamis adalah :
1.    Mewujudkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang beriman dan bertakwa serta berakhlakul karimah.
2.    Mewujudkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas dan mandiri.
3.    Mewujudkan kepemerintahan yang baik dan pemerintahan yang bersih.
4.    Mewujudkan pembangunan daerah melalui pemberdayaan masyarakat
5.    Mewujudkan pertumbuhan ekonomi daerah melalui pengembangan Agribisnis dengan didukung oleh sektor lain.
6.    Mewujudkan tata ruang dan pengelolaan pertanahan yang berkesinambungan dan berwawasan lingkungan.


BAB III
LAPORAN KEGIATAN

3.1    Persiapan
Sebelum melaksanakan Praktek Kerja Industri di Bagian Organisasi Setda Kabubupaten Ciamis, dilakukan observasi terlebih dahulu dengan tujuan untuk memperoleh pengetahuan serta pengalaman pendahuluan mengenai keadaan instansi tempat praktek. Observasi dilaksanakan beberapa kali pada awal pelaksanaan Praktek Kerja Industri.

3.2    Pelaksanaan
Praktek Kerja Industri di Bagian Organisasi Setda Kabupaten Ciamis ini dilaksanakan selama kurang lebih 3 bulan dari mulai tanggal 15 Januari s/d 15 April 2010 dengan sasaran yang ingin dicapai adalah membentuk pribadi yang memiliki pengetahuan, keterampilan dan sikap serta tingkah laku yang diperlukan bagi propesi serta cakap dan tepat menggunakannya baik di dunia karja maupun diluar dunia kerja.
Tugas-tugas yang dilaksanakan selama Prakerin (Praktek Kerja Industri) adalah sebagai berikut :
1.    Mengantarkan surat-surat yang ditunjukan kepada bagian-bagian atau dinas-dinas yang dituju dalam surat tersebut.
2.    Merekap surat masuk
3.    Menulis alamat-alamat surat yang akan diantarkan atau yang akan dituju.
4.    Menyampaikan berkas-berkas kepada sluruh bagian di lingkungan Setda Kabupaten Ciamis.
5.    Mengkoreksi LAKIP.
6.    Mengetik laporan penetapan kinerja.

3.3    Uraian Kegiatan
Selama melaksanakan Praktek Kerja Industri (PRAKERIN) di Bagian Organisasi, kami memulai aktivitas dari pukul 07.00. Pada pulul 7.15 kami semua melaksanakan apel sampai dengan selesai. Setelah melaksanakan apel pagi kami harus melaksanakan tugas-tugas yang diberikan oleh pembimbing, dalam perintah tersebut  kami harus melaksanakan beberapa kegiatan yang dapat dilakukan seperti menyampaikan surat-surat kepada bagian-bagian dilingkungan Setda dan Dinas-dinas serta Kantor-kantor yang ada di lingkungan Setda, mengetik surat dan sebagainya di Ms.Word dan Ms.Excel, serta kegiatan –kegiatan yang lainnya yang bersifat positif.
Pada Pukul 12.00 kami semua beristirahat (makan siang) dan bersembahyang.Dan pada pukul 13.00 kami semua mulai beraktivitas lagi hingga pulang kira-kira sekitar pukul 14.30 an, itu pun kalau pekerjaanya sedikit. Apabila banyak pekerjaan kami semua pulang pukul 15.00.
Tinjauan Teoritis
3.3.1 Mengenal Microsoft Word
Perangkat lunak pengolah kata adalah program aplikasi pengolah kata dengan lembar kerja berupa dokumen.
Ada banyak jenis perangkat lunak pengolah kata. Seperti word Star, Chi Writer, dan Microsoft Word. Umumnya aplikasi pengolah data ini di gunakan untuk mengetik dan mengolah naskah atau teks dengan tampilan atau format yang dapat diatur sesuai dengan fasilitas yang ada. Dalam bab ini penulis akan membahas tentang program pengolah kata yang bernama Microsoft Word.
Berikut adalah langkah-langkah untuk membuka program aplikasi pengolah data :
1.    Klik Star
2.    Pilih Program
3.    Klik Microsoft Word

3.3.1.1 Membuat Naskah
Berikut ini adalah langkah-langkah untuk membuat naskah, yaitu :
1.   Buka program Microsoft Word, ketik naskah sesuai dengan hasil tampilan
2.   Simpan naskah dengan cara klik menu file, lalu pilih save. Pada bagian save ini klik panah ke bawah dan pilih folder C :my document. Pada kotak file name ketik lat 1. klik save untuk menyimpan atau cancel untuk membatalkan penyimpanan.
3.   Atur posisi judul agar berada ditengah denmgan cara menyorot judul yang sudah diketik, lalu klik icon center atau tekan CTRL+E.
4.   Atur naskah adar rata kiri dan kanan naskah dengan menyorot naskah yang sudah diketik, kecuali judul naskah, lalu klik icon justify atau CTRL+C.
5.   Atur spasi dengan menyorot naskah dari awal sampai akhir. Klik menu format, pilih paragraph. Pada kotak line spacing, klik panah kebawah dan pilih 1.5 lines, klik OK.

3.3.1.2      Mengatur Spasi, Ukuran, Jenis, dan Gaya Huruf.
Berikut ini adalah langka-langkah untuk mengatur spasi, ukuran, jenis dan gaya huruf, yaitu :
a.    Buka lembar kerja. Ketik naskah sesuai dengan hasil tampilan.
b.    Simpan naskah di folder C: My Document dengan nama latihan 2.
c.    Atur posisi judul agar berada ditengah, tebalkan berbaris bawah, dan berukuran 16 dengan cara mengklik icon bold, icon underlind, dan icon untuk ukuran huruf.
d.   Atur naskah agar rat kiri dan kanan naskah dengan menyorot naskah yang sudah diketik, kecuali judul naskah, lalu klik icon justify atau CTRL+C.
e.    Atur alinea pertama dengan menyorot seluruh naskah pada alinea pertama, lalu klik menu format dan pilih paragrapt. Pada kotak line spacing, klik panah kebawah dan pilih single. Klik OK. Masih keadaan di blok, icon italic agar tampil dengan huruf miring.
f.     Atur alinea kedua dengan menyorot seluruh naskah pada alinea kedua, lalu klik menu format dan pilih paragraph. Pada kotak line spacing, klik panah kebawah dan pilih 1.5 line. Klik OK. Masih dalam keadaan di blok, klik icon bold.
g.    Atur alinea ketiga dengan menyorot seluruh naskah pada alinea ketiga, lalu klik menu format dan pilih paragraph. Pada kotak line spacing, klik panah ke bawah dan pilih double line. Klik OK. Masih keadaan di blok, klik icon underlind untuk membuat agar tampil bergaris bawah.
h.    Atur jenis huruf  dengan menyorot seluruh naskah, kecuali judul, lalu pilih pada icon jenis huruf atau font arial. Kemudian, pada icon ukuran huruf  atau font pilih 12.

3.3.1.3  Manipulasi Naskah
 Berikut ini adalah langkah-langkah untuk memanipulasi naskah, yaitu :
1.      Buka program Microsoft Word.
2.      Ketik naskah sesuai dengan tampilan.
3.      Simpan naskah pada folder C My Document dengan nama latihan 3.
4.      Atur posisi judul di tengah jenis huruf times new roman dengan ukuran 16.
5.      Atur isi naskah dengan menyorotnya, lalu klik icon justify. Piloih jenis huruf comic sans ukuran 12.
6.      Hapus alinea pertama dengan cara menyorotnya alu klik menu edit dan pilih sub menu cut.
7.      Gandakan alinea kedua dengan cara menyorotnya lalu klik menu edit dan sub menu copy. Tempatnya kunsor pada posisi yang ditentukan misalnya pada alinea pertama. Kemudian klik menu edit.


3.3.1.4      Membuat Header and Footer
Berikut ini adalah langkah-langkah untuk membuat header and footer, yaitu :
3      Buka Microsoft Word
4      Ketik naskah sesuai dengan tampilan.
5      Buat header and footer dengan mengklik menu view dan pilih sub menu header and footer. Ketik pada bagian header “teks latihan praktikum MS. Word”. Tarik layar pada bagian bawah dan isi bagian footer dengan kalimat yang sama.
6      Buat drop cup dengan cara mengklik menu format dan pilih bagian dropped.

3.3.1.5      Mengenal Bullet and Numbering
Berikut ini adalah langkah-langkah untuk membuat bullet and numbering, yaitu :
1.    Buka lembar kerja.
2.    Ketik sesuai tampilan.
3.    Untuk membuat numbering, klik menu format dan pilih sub menu bullet and numbering. Pada bagian numbering yang diinginkan. Hal yang sama dilakukan untuk membuat bullet didalam naskah. Kalian tinggal memilih bullet yang diinginkan.

3.3.1.6                                                Membuat Teks Berkolom
Untuk membuat teks pada dokumen menjadi berkolom seperti pada Koran, langkahnya adalah sebagai berikut :
1.    Klik menu Format kemudian pilih Coloumns.
2.    Pilih bentuk layout yang diinginkan.
3.    Masukan jumlah kolom pada kotak Number of Coloumns.
4.    Klik OK jika sudah selesai.


3.3.1.7      Membuat Boders dan Shading
Fasilitas borders and shading di gunakan untuk memberikan efek garis dan efek warna pada latar belakang teks. Langkah-langkah penggunaannya adalah sebagai berikut :
1.   Blok teks yag akan di beri garis atau diberi warna belakang.
2.   Klik menu Format kemudian pilih Border and Shading.
3.   Pada jendela tersebut, kamu dapat memilih jenis border pada kotak Setting , memilih jenis garis border pada kotak Style, memberi warna border pada kotak Color dan memilih ketebalan garis pada kotak Widht.
4.   Untuk pengaturan Shading, klik tab Shading hingga muncul jendela kotak Shading tersebut.
5.   Pada warna latar belakang teks pada kotak Fill, pilih corak latar belakang teks pada kotak Paterns, dan untuk warna lain klik More Colors.
6.   Klik OK untuk menerapkan pengaturan.

3.3.1.8                                                Copy, Cut dan Paste
Ketika kita membuat dokumen, ada saatnya kita menemukan kata atau kalimat yang sudah pernah diketikan. Bisa saja kita menetik ulang kalimat tersebut, namun jika kalimat yang diketik terlalu panjang pasti akan memakan waktu cukup lama  untuk mengetikan kembali. Oleh karena itu, MS Word menyediakan fasilitas copy, cut dan paste, untuk membantu kita menyelesaikan masalah tersebut.
Sekarang kita akan coba memanfaatkan copy-paste. Perhatikan langkah-langkah berikut :
1.      Blok data atau kalimat yang akan disalin, kemudian klik kanan pilih Copy atau dengan tombol Ctrl+C.
2.      Kemudian arahkan kursor ke lokasi penyalinan file. Kemudian klik kanan, pilih Paste atau tekan Ctrl+V.
Sekarang kita akan mencoba melakukan cut-paste dan akan kita lihat perbedaannya. Perhatikan langkah-langkah berikut :
1.      Blok data atau kalimat yang akan disalin, kemudian klik kanan pilih Cut atau dengan tombol Ctrl+X.
2.      Ketika kita klik Cut, teks yang kita blok akan hilang.
3.      Kemudian arahkan kursor ke lokasi penyalinan file.

3.3.1.9                              Mencetak Dokumen
Semua dokumen yang kita buat pasti ada akhirnya akan kita cetak. Untuk mencetak dokumen, komputer harus memiliki printer dan harus sudah terinstal pada Windows. Berikut adalah langkah-langkah mencetak dokumen :
1.      Lihat preview dari dokumen dengan fasilitas print priview. Klik File kemudian pilih Print Preview. Untuk keluar klik Close.
2.      Jika dokumen sudah siap untuk dicetak, maka cetak dokumen dengan mengklik File kemudian pilih Print.
3.      Pada pilihan Page Range, kita dapat memilih halaman yang akan di cetak.
a.    All, untuk mencetak semua halaman
b.    Current Page, untuk mencetak halaman yang ditampilkan pada layar.
c.    Pages, untuk mencetak halaman tertentu.
4.      Untuk menentukan jumlah cetakan per halaman, masukan jumlahnya kedalam Number of copies.
5.      Untuk menentukan jenis kertas, pewarnaan, tampilan dan kualitas hasil cetakan, kita bisa menggunakan menu Properties.
6.      Untuk mencetak dokumen, klik OK.



3.3.2  Mengenal Microsoft Excel
Perangkat lunak pengolah angka adalah program aplikasi pengolah angka dengan lembar kerja berupa table atau sheet. Ada banyak jenis perangkat lunak pengolah angka seperti, Lotus Data Sheet, dan Microsoft Excel. Dalam bab ini penulis akan membahas program pengolah kata yang bernama Micrososft Excel.
Langkah-langkah untuk menjalankan perangkat lunak pengolah angka, yaitu :
1.    Klik Start
2.    Pilih Program.
3.    Klik Microsoft Excel.

3.3.2.1      Menggunakan Lembar Kerja Microsoft Excel
Dalam bab ini juga penulis membahas tentang menggunakan lembar kerja Microsoft Excel, yaitu :
1.      Buka lembar kerja Microsoft Excel.
2.      Ketik data sesuai dengan tampilan.
3.      Pada kolom A1 ketik “PT SEHAT SETOSA”.
4.      Agar berada ditengah, sorot blok 1 sampai E1, kemudian klik marge and center.
5.      Ketik data sesuai dengan tampilan, perhatikan masing-masing kolom yang akan kita isi.
6.      Simpan naskah dengan mengklik menu file, pilih sub menu save atau save as.


3.3.2.2  Menggunakan Fungsi.
-     Fungsi SUM
Fungsi SUM digunakan untuk menentukan penjumlahan dari data yang ada.
Rumus yang digunakan untuk fungsi SUM adalah :
= SUM(number1,number2,.....)
Keterangan :
= (sama dengan) : Untuk memulai penggunaan rumus.
SUM                   : Untuk menentukan jumalah yang akan di buat.
Number 1,2,3      : Untuk menentukan argument 1,2, sampai data ke n
-       Fungsi Count
Fungsi count digunakan menghitung jumlah sel dari data yang ada.
Rumus yang digunakan untuk fungsi count, yaitu :
=COUNT (number1,number2,…..)
Keterangan :
= (sama dengan)  : Untuk memulai penggunaan rumus.
COUNT               : Untuk menghitung jumlah sel dari data yang ada.
Number 1,2,3       : Untuk menentukan argument 1,2,3 sampai data ke n.

3.3.2.3  Menggunakan Fungsi AVERAGE
Fungsi average digunakan untuk menentukan rata-rata dari data yang ada.
Rumus yang digunakan untuk fungsi average adalah :
=AVERAGE(number1,number2,…..)
Keterangan :
= (sama dengan)             : Untuk memulai penggunaan rumus.
   AVERAGE                    : Untuk menghitung jumlah sel dari data yang ada.
Number 1,2,3                 : Untuk menentukan argument 1,2,3 sampai data ke-n.

3.3.2.4  Menggunakan Fungsi MAX
Fungsi max digunakan untuk menentukan nilai tertinggi dari data yang ada.
Rumus yang digunakan untuk fungsi max adalah :
=MAX(number1,number2,.....)
Keterangan :
= (sama dengan)             : Untuk memulai penggunaan rumus.
MAX                              : Untuk menentukan nilai tertinggi dalam sel yang ada.
Numer1,2,3                    : Untuk menentukan argument 1,2,3 samapi data ke n.

3.3.2.5  Menggunakan Fungsi MIN.
Fungsi min digunakan untuk menentukan nilai tertinggi dari data yang ada.
Rumus yang digunakan untuk fungsi min adalah :
=MIN(number1,number2,....)
Keterangan :
= (sama dengan)    :Untuk memulai penggunaan rumus.
MIN                      :Untuk menentukan nilai terendah dala sel yang ada.
Number1,2,3          :Untuk menentukan argument 1,2,3 sampai data ke n.

3.3.2.6  Membuat Workbook
Apabila ingin membuat buku kerja baru yang masih kosong, dapat dilakukan dengan :
1.   Klik menu File.
2.   Pilih New ( Ctrl + N ).
Apabila memerlukan lembar kerja ( Sheet ) yang baru pada buku kerja (Workbook) yang sedang di gunakan, cukup dilakuan dengan cara memilih tabulasi sheet yang terletak di bawah lembar kerja, yang namanya Sheet 1, Sheet 2, Sheet 3, dan seterusnya.



3.3.2.7  Menyimpan Workbook
Agar data yang sudah di buat di workbook dapat di buka lagi di lain waktu, maka harus dilakukan penyimpanan workbook. Langkah penyimpanan workbook adalah sebagai berikut :
1.      Klik menu File, pilih Save atau tekan Ctrl + S, atau bias juga dengan mengklik gambar disket yang ada pada toolbar standar, hingga tampil kotak dialog Save As.
2.      Klik di tab Save In untuk memilih drive tempat data yang akan di simpan.
3.      Klik di File Name untuk memberi nama file, missal : Modul 1
4.      Klik Save untuk menyimpan file ke drive yang dipilih.
Jika ingin membatalkan penyimpanan workbook klik Cancel.
Jika kamu sudah menyimpan dokumen, namun kamu ingin menyimpan lagi dengan nama yang berbeda, maka kamu harus menggunakan perintah Save As untuk penyimpannya. Secara otomatis dokumen baru dengan nama baru akan di simpan tanpa menghapus dokumen yang lama. Berikut cara menggunakan perintah Save As :
1.      Misalnya kamu sedang bekerja pada dokumen yang bernama latihan.1, namun kamu hendak menyimpan dokumen tersebut dengan nama belajar.1, yang harus kamu lakukan adalah melakukan perintah Save As dengan cara klik File pilih Save As.
2.      Terlihat pada kotak File Name tertulis ”latihan 1” untuk menyimpan dengan nama yang berbeda misalnya ”belajar 1”, kamu harus mengganti kata ”latihan 1” menjadi kata ”belajar 1”.
3.      Klik Save untuk menyimpan.
4.      Nanti kamu harus memiliki 2 nama dokumen, yaiti latihan 1 dan belajar 1.
Secara normal file Exel disimpan dengan ekstensi.xls, tetapi jika kamu ingin menyimpan dengan format lain kamu cukup memilih jenisnya pada kotak Save As Type.

3.3.2.8  Membuka Workbook yang telah disimpan
File workbook yang telah tersimpan dapat dibuka dengan cara:
1.   Klik menu File, pilih Open atau tekan Ctrl + O, hingga tampil kotak dialog Open.
2.   Klik drive untuk memilih file Excel yang tersimpan.
3.   Klik file yang ingin dibuka, misalnya Makalah
4.   Klik Open untuk membuka file dengan nama Makalah.

3.3.2.9  Menutup Workbook
Untuk menutup workbook ada 2 cara, yaitu :
Cara pertama (a) :
1.      Klik tombol Close Window yang terdapat di sudut kanan atas jendela lembar sebar tersebut.
2.      Klik Yes jika ingin menyimpan dokumen dan klik No jika tidak ingin menyimpan dokumen.
Cara kedua (b) :
1.        Klik menu File.
2.        Klik Close, maka akan muncul pertanyaan apakah file akan disimpan sebelum ditutup.
3.        Klik Yes jika ingin menyimpan dokumen dan klik No jika tidak ingin menyimpan dokumen.

3.3.2.10  Mengatur Format Tampilan Huruf
Tempatkan pointer pada sel atau blok range yang isinya akan diformat.
1.      Klik menu Format.
2.      Klik submenu Cells (Ctrl + 1).
3.      Tampil : dialog Format Cells.
4.      Klik tab Font sehingga muncul tampilannya.
5.      Pada tombol drop down Font, pilih dan klik jenis bentuk huruf yang diinginkan.
6.      Pada tombol drop down Font style, pilih dan klik gaya tampilan huruf yang diinginkan.
7.      Pada tombol drop down Size, pilih dan klik ukuran huruf yang diinginkan.
8.      Pada tombol drop down Underline, pilih dan klik bentuk garis bawah yang diinginkan.
9.      Pada tombol drop down Color, pilih dan klik box warna huruf yang diinginkan.
10.  Pada Option Effects, pilih dan klik kotak efek pencetakan yang diinginkan.
11.  Klik tombol OK.

3.3.2.11  Meratakan Tampilan Data
Untuk meratakan tampilan ada 2 cara, yaitu :
Cara pertama :
1.      Tempatkan pointer pada sel atau blok range masing-masing isinya akan diubah perataanya.
2.      Klik salah satu icon Align Left (rata kiri sel) – icon Center (rata tengah sel) – icon Right (rata kanan sel) pada toolbar formating.
Cara kedua :
1.      Tempatkan pointer pada sel atau blok range masing-masing isinya akan diubah perataannya.
2.      Klik menu Format.
3.      Klik submenu Cells (Ctrl + 1).
4.      Tampil : dialog box Format Cells.
5.      Klik tab Aligement.
6.      Pada Text aligement pilih jenis perataan teks baik dibagian Horizontal maupun Verttikal.
7.      Pada Orientation pilih format tampilan teks yang dikehendaki (maksimal 90 degrees dan minimal -90 degrees).
8.      Pada Text Control pilih format yang sesuai (Wrap Text untuk menampilkan texs sesuai dengan lebar kolom, Shrink to fit untuk menyesuaikan ukuran texs sesuai dengan lebar kolom, Merge cell untuk menggabungkan beberapa baris maupun kolom).
9.      Klik tombol OK.

3.3.2.12 Memformat Data
1)   Memformat tanggal (Date)
Terdapat 2 cara mengetik tanggal, yaitu :
a.          Ketik =DATE ( Tahun, Bulan, Tanggal )
Contoh : 27 April 2010 diketik =DATE ( 2010,4,27 )
b.          Ketik Tanggal/ Bulan/ Tahun atau Tanggal-Bulan-Tahun
Contoh : 27 April 2010 diketik 27/4/2010
Data dan tanggal yang diketik dengan format Tanggal/Bulan/tahun, misalnya 27/4/2010 bisa diubah dengan tampilan tertentu seperti 27-April-2010, 27 April 2010, dan lain-lain, dengan cara :
1.      Blok range yang isinya akan diubah.
2.      Klik menu Format.
3.      Klik Cells.
4.      Klik tab Number.
5.      Klik Date pada kotak Category.
6.      Pada kotak Type, pilih 14-Mar-98.
7.      Klik OK.

2)        Memformat angka (Number)
Data yang diketik kadang perlu diubah tampilannya, misalnya dari angka 5000 menjadi 5,000.00.Cara mengubah tampilan angka adalah sebagai berikut :
1.          Blok range yang isinya akan diubah.
2.          Klik menu Format.
3.          Klik Cells.
4.          Klik tab Number.
5.          Pada kotak Category, klik Number.
6.          Pada kotak Decimal places ketik ”2”.
7.          Pada kotak Negative numbers pilih format yang sesuai.
8.          Klik OK.
Cara menampilkan simbol ”Rp” di depan angka misalnya Rp 100.000,00.
1.      Blok range yang isinya akan diubah.
2.      Klik menu Format.
3.      Klik Cells.
4.      Klik tab Number.
5.      Pada kotak Category, klik Accounting.
6.      Pada kotak Symbol, pilih Rp Indonesian.
7.      Klik Ok.

3.3.2.13  Merubah Lebar Kolom dan Tinggi Baris
Cara merubah lebar kolom :
1.      Letakan tanda mouse di salah satu batas kolom, misalnya diantara kolom B dan kolom C.
2.      Drag kekanan (Width 15.00) untuk melebarkan kolom B.
Kita juga dapat melebarkan kolom dengan menggunakan menu. Perhatikan langkah-langkahnya :
1.      Blok kolom yang akan diubah.
2.      Klik menu Format.
3.      Pilih Coloumn.
4.      Klik Width.
5.      Pada kotak Coloumn Width, ketik misalnya 15.00.
6.      Klik OK.
Cara merubah tinggi garis :
1.    Letakan tanda mouse disalah satu batasbaris, misalnya diantara baris 1 dan baris 2.
2.    Drag ke bawah (Height 15.00) untuk melebarkan baris 1.
Kita juga dapat merubah tinggi baris menggunakan menu, caranya :
1.      Blok kolom yang akan diubah.
2.      Klik menu Format.
3.      Pilih Row.
4.      Klik Height.
5.      Pada kotak Row height, ketik misalnya 15.00.
6.      Klik OK.

3.3.2.14  Membuat Garis (Border) dan Arsiran (Shading)
i.      Membuat garis pembatas atau bingkai.
Langkah-langkah membuat garis pembatas atau bingkai adalah sebagai berikut :
1.        Tempatkan pointer pada sel atau blok range yang akan diberi garis pembatas atau bingkai.
2.        Klik menu Format.
3.        Klik submenu Cells (Ctrl + 1).
4.        Klik tab Border.
5.        Pada option Present, pilih dan klik salah satu kotak :
a.    None, digunakan untuk menghapus seluruh garis pembats dan bingkai.
b.    Outline, digunakan untuk membuat bingkai disekeliling sel atau range.
c.    Inside, digunakan untuk menempatkan garis dibagian dalam range.
6. Pada option Border, pilih dan klik garis pembatas yang diinginkan.
7.  Pada Line Style, pilih jenis garis yang diinginkan.
8. Pada tombol drof down Color, pilih dan klik warna garis yang diinginkan.
9.   Klik tombol OK.
ii.      Membuat arsiran ( Shading)
Langkah-langkah membuat arsiran adalah sebagai berikut :
1.   Tempatkan pointer pada sel atau blok range yang akan diberi garis pembatas atau bingkai.
2.   Klik menu Format.
3.   Klik submenu Cells (Ctrl + 1).
4.   Klik tab Pattern.
5.   Pafa Option Cell shading, pilih warna yang sesuai.
6.   Pada option Pattern pilih jenis pola yang sesuai (dikotak Sample tampil sesuai dengan Pattern yang dipilih)
7.   Klik Ok.

3.4    Hasil Yang Diperoleh
Selama penyusunan melaksanakan Prakerin (Praktek Kerja Industri) dilingkungan Setda Kabupaten Ciamis, serta tepatnya di Bagian Organisasi penyusunan mendapatkan pengalaman dan penambahan wawasan tentang kegitan-kegiatan tepat tersebut, serta berkembangnya pengetahuan mengenai aktifitan di luar Kantor.


BAB IV
PENUTUP

4.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian Prakerin (Praktek Kerja Industri) pada Bagian Organisasi Setda Kabupaten Ciamis, maka penulis menyimpulkan sebagai berikut :
  1. Dengan dilaksanakannya Prakerin (Praktek Kerja Industri) siswa mampu memahami dan mengembangkan pelajaran dalam pelaksanaan dalam penerapan dalam dunia usaha.
  2. Teori yang diterima disekolah sangat bermanfaat dam membantu dalam melaksanakan Prakerin (Praktek Kerja Industri).
  3. Prakerin (Praktek Kerja Industri) dilaksanakan untuk meningkatkan ketermpilan dan menambah bagi siswa-siswi dalam bidang Administrasi Perkantoran.
  4. Pendidikan di Sekolah serta di dunia usaha sebagai sarana utama dalam pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkulitas.
  5. Belajar dengan praktek ternyata dirasakan lebih mudah dimengerti dibandingkan belajar melalui teori.
  6. Melalui pelaksanaan Prakerin (Praktek Kerja Industri) siswa dapat mendapat tambahan ilmu yang tidak diperoleh di sekolah.

4.2 Pesan
4.2.1 Pesan Untuk Kantor SETDA Kab. Ciamis
Mudah-mudahan Kantor SETDA Kab. Ciamis tetap memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat tanpa membeda-bedakan suku, ras maupun agama. Khususnya kepada Bagian Organisasi supaya tetap mengutamakan kepentingan besama dari pada diri sendiri.

4.2.2 Pesan untuk Sekolah
Selalu optimis untuk sekolah yang terdepan, semoga SMK Negeri Rajadesa tetap maju di bidang apa pun.
4.3 Kesan
5.3.1 Kesan Untuk Kantor SETDA Kab. Ciamis
Saya sangat senang bisa melakukan PRAKERIN di Kantor SETDA Kab. Ciamis terutama di Bagian Organisasi, hanya itu yang dapat saya ungkapkan.

5.3.2 Kesan Untuk Sekolah
Saya sangat bahagia dapat bersekolah di SMK Negeri Rajadesa karena itu adalah cita-cita saya, semoga SMK Negeri Rajadesa dapat berkembang lagi menjadi sekolah yang terfavorit bagi semua siswanya. 


DAFTAR PUSTAKA

-           Buku panduan Praktek Kerja Industri ( PRAKERIN ) tahun 2011 / 2010.
-           Laporan Hasil Praktek Kerja Industri ( PRAKERIN ) tahun  2008 / 2011
-           Laporan Praktek Kerja Laporan Industri SMK Negri Rajadesa.
-           Buku Word, Gramedia Bandung 2007.



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar