AGHNIA NET RAJADESA TERIMA JASA CETAK FOTO, BACK UP CD, VCD, DVD, MP3, SERVICE KOMPUTER, SERVIC HP,
Jln Raya Kubang Rajadesa Ciamis

Rabu, 19 September 2012

CONTOH LAPORAN PRAKERIN



BAB 1
PENDAHULUAN

1.1       Latar Belakang
Pendidikan sistem ganda adalah realisasi dari misi SMK untuk membentuk manusia pembangunan yang mampu berperan sebagai tenaga kerja yang terampil di tingkat menengah yang layak kerja dan mandiri dalam berbagai kemampuan serta sesuai dengan kebutuhan lapangan pekerjaan.
Penyediaan lapangan tenaga kerja yang terampil adalah tanggungjawab kita yang bisa di ambil melalui jalur formal dan non formal, salah satu jalur formal adalah melalui SMK, tetapi tidak mungkin sekolah menyediakan tenaga kerja yang terampil dan profesional tanpa adanya kerja antara pihak sekolah dan pihak industri, karena pihak sekolah hanya gambaran kerja saja belum menggambarkan pelaksanaan kerja yang sebenarnya.
Praktek kerja industri yang merupakan salah satu pembelajaran dari metode pendidikan system ganda yang sesuai dengan keputusan mentri pendidikan mempunyai tujuan sebagai berikut :
a.       Untuk meningkatkan tenaga kerja yang memiliki keahlian profesional dengan tingkat pengetahuan, keterampilan dan etos kerja yang sesuai dengan tuntutan dunia kerja.
b.      Menumbuhkan kesempatan kepada siswa untuk menyesuaikan diri pada iklim kerja yang sebenarnya.
c.       Memberi suatu pengalaman kerja yang merupakan suatu peroses pendidikan.
d.      Meningkatkan efisiensi peroses pendidikan dan pelatihan tenaga kerja yang perofesional.





1.2       Tujuan Penulisan Laporan
Adapun tujuan penulisan laporan ini antara lain sebagai brikut:
  1. Untuk memenuhi salah satu syarat menempuh Ujian Nasional (UNAS) tahun pelajaran 2009/2010.
  2. Melatih para siswa sampai sejauh mana pola fikir dalam pembuatan laporan.
  3. Mampu memahami dan mengembangkan data-data yang diperoleh  dari dunia industri

1.3       Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian dalam latar belakang, maka perumusan masalah yang di tetapkan dalam laporan ini adalah sebagai berikut:
“Apakah dengan diadakannya praktik kerja industri (prakerin) siswa siswi SMKN 1 Rajadesa dapat menjadi tenaga kerja yang terampil dan propesional ketika masuk dunia industri’’

1.4       Teknik Pengumpulan Data
Data yang ditemukan dalam pembuatan laporan ini dapat dengan berbagai cara antara lain sebagai berikut:
  1. Interview yaitu mengadakan wawancara dengan pimpinan industri.
  2. Praktik langsung di lapangan.

1.5       Sistem Matika Penulisan
BAB 1 Pendahuluan
1.1            Latar Belakang
1.2            Tujuan Penulisan Laporan
1.3            Rumusan Masalah
1.4            Teknik pengumpulan data
1.5            Sistematika laporan
1.6            Lokasi objek

BAB II RUANG LINGKUP OBJEK
2.1 Sejarah berdirinya perusahaan
2.2 Struktur organisasi
      2.2.1 Kepegawaian
                2.21.1 Pendidikan karyawan
                2.21.2 Sistem Penggajian
                2.21.3 Asfek
                2.21.4 Disiplin kerja karyawan
2.3 Peralatan pendukung
2.4 Lay out penempatan mesin
2.5 Penanggulangan limbah

BAB III LANDASAN TEORI
  3.1 Pengertian produksi
  3.2 Jenis dan fungsi mesin
  3.3 Bagian-bagian produksi
  3.4 Langkah kerja

BAB IV PRAKTIK KERJA DAN PEMBAHASAN
  4.1 Praktik kerja
  4.2 Pembahasan masalah

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
 5.1 Kesimpulan
 5.2 Saran

LAMPIRAN-LAMPIRAN




1.6       Lokasi Objek
            Pajaten Indah beralamat di jalan Ciloa, Handapherang, Cijeunjing Ciamis, untuk lebih jelasnya lihat lampiran 1
  
BAB II
RUANG LINGKUP OBJEK

2.1       Sejarah berdirinya perusahaan
 Perusahaan Pajaten indah berdiri pada tahun 1985, dengan peralatan tangan dan mesin bubut. Perusahaan ini mampu mempekerjakan 6 orang pegawai dan membuat berbagai jenis kerajinan. Pada tahun 1990 perusahaan ini mendapat bantuan peralatan mesin dari perindustrian dan omsetnya terus meningkat setiap tahunnya. Pada tahun 1993 perusahaan ini mendapat penghargaan Upakarti dari Presiden Soeharto. Dari sejak itulah perusahaan pajaten indah berdiri dan sampai sekarang pun masih tetep berdiri dan berkembang.

2.2       Struktur Organisasi
            Untuk lebih jelasnya kami lampirkan bagan struktur organisasi pada lampiran 2
2.2.1    Kepegawaian
Dalam sub kepegawaian ini menjelaskan tentang berbagai macam yang menyangkut tentang ruang lingkup pegawai diantaranya:
 2.2.1.1 Pendidikan karyawan
Pada perusahaan ini pendidikan (Sekolah) tidak di jadikan objek di terima tidaknya sebagai karyawan, tetapi yang menjadi syarat sebagai karyawan adalah mempunyai keahlian di bidang mengolah kayu menjadi barang jadi, dan memang sangat di butuhkan dan karyawannya harus mempunyai sifat ulet, rajin dan jujur.
2.2.1.2 Sistem Penggajian
Sistem penggajian di perusahaan ini di tentukan oleh besar kecilnya proyek yang di kerjakan atau yang di namakan system borongan, jadi gaji karyawan pada perusahaan ini tiap bulannya tidak tetap.

2.2.1.3 Asuransi tenaga Kerja
Perusahaan ini tidak memiliki asuransi tenaga kerja, jadi pegawai dalam bekerja di tuntut untuk lebih hati-hati dalam bekerja ataw menggunakan mesin.
2.2.1.4 Disiplin Kerja Karyawan
Disiplin merupakan kunci kesuksesan bagi seseorang, oleh karena itu setiap perusahaan atau industri selalu memiliki peraturan untuk meningkatkan kedisiplinan dalam bekerja.
Jadwal kerja dari senin s/d Minggu adalah sebagai berikut:
Masuk 1          : Pukul 07.30 – 11.30
Istirahat           : Pukul 11.30 – 13.00
Masuk II         : pukul 13.00 – 15.30
Keluar             : Pukul 15.30
Keterangan      : untuk hari jum’at libur

2.3       Peralatan Pendukung Perusahan
Karena Perusahaan ini bergerak dalam bidang mengolah kayu dari barang setengah jadi menjadi barang jadi pasti sangat membutuhkan sekali peralatan-peralatan yang memadai.
Adapun mesin-mesin yang di gunakan di perusahaan ini diantaranya:
1.      Mesin gergaji Potong                    2 buah
2.      Mesin Gergaji Belah                     2 buah
3.      Mesin ketam Perata                       2 buah
4.      Mesin Ketam Penebal                   2 buah
5.      Mesin Bor                                     2 buah
6.      Mesin Bor Persegi / pahat             1 buah
7.      Mesin Propil                                  1 buah
8.      Mesin  Bubut                                2 buah



2.4              Lay Out Penempatan Mesin
Penempatan mesin erat kaitannya dengan efisiensi kerja, terutama tahap kerja dari mesin satu ke mesin yang lainnya.
Di pajaten Indah penempatan mesin di tempatkan seperti gambar yang terlampir (Lampiran 3)

2.5       Penanggulangan limbah
Perusahaan Pajaten Indah adalah Perusahaan kelompok perajin kayu limbah. Jadi kebanyakan hanya potongan-potongan kayu yang berukuran pendek dan tipis, itupun di manfaatkan sebagai kayu bakar oleh para tetangga yang berada di sekitar pabrik.



BAB III
LANDASAN TEORI

3.1       Pengertian Produksi
Kegiatan manusia yang dapat menimbulkaan tambahan manfaat atau faedah dan juga pada dasarnya kegiatan produksi meliputi bahan baku yang digunakan, proses yang dilaksanakan dengan produk yang dihasilkan jadi keberhasilan suatu produk tergantung dari faktor tersebut.

3.2       Jenis dan Fungsi Mesin
Di Pajaten Indah, mesin-mesin yang digunakan dalam proses produksi furniture terdiri dari berbagai jenis.
Berikut ini daftar jenis dan fungsi mesin yang di gunakan di unit produksi dalam mengolah kayu menjadi learang jadi.
Tabel 1.  Daftar jenis dan fungsi mesin
No.
Jenis Mesin
Fungsi
1
2
3
4
5
Titling Albour Table Saw
Radial Arm Saw
Thick Neser
Router
Chisel Mounteser
Untuk membelah kayu
Untuk memotong kayu
Serut satu muka
Membentuk profil / alur
Membuat lubang persegi / pahat

3.3       Bagian-bagian Produksi
Semua produksi yang yang dilaksanakan diperusahan pajaten indah terbagi kedalam dua bagian yaitu;
3.3.1    Unit I ( Pertukangan )
Unit pertukangn dimulai dari mempersiapkan bahan baku yang akan di leuat sampai jadi produk yang siap untuk ke unit 12
3.3.2    Unit 11 ( Finishing )
Unit finishing dimulai dari ampelas kasar, pendempulan, wood, filler, ampelas halus , cat dasar sampai cat akhir semua itu di kerjakan setelah benda selesai dikerjakan di unit 1

3.4       Langkah-langkah Kerja Produksi
Langkah kerja produksi
            Pada bagian pertukangan proses prosuksi di mulai dari:
-          Tahap pemilihan bahan
-          Tahap pemulaan
-          Tahap pembentukan kasar
-          Tahap pemotongan dan pembelahan dengan ukuran bersih
-          Tahap pembentukan jadi,
-          Tahap pengeboran dan pembuatan alur
-          Tahap perakitan
Kayu yang telah di proses menjadi barang jadi / produk masuk ke unit II yaitu bagian finishing, yang meliputi:
-          Amplas kasar
-          Pendempulan atau menutup luka kayu
-          Wood filler atau menutup pori kayu bisa juga meggunakan dempul cair
-          Ampelas halus
-          Finishing dasar
-          Finishing akhir   






BAB IV
PRAKTEK KERJA DAN PEMBAHASAN

4.1       Praktik
Pada pokok bahasan ini akan di uraikan hasil kerja dengan mengambil salah satu produk yang akan dijadikan bahan pengamatan yaitu pembuatan rak TV (lihat pada gambar yang terlampir pada lampiran 4)
4.1.1    Tahap persiapan
Dalam tahap persiapan ini meliputi:
a. Persiapan Bahan
Dalam tahapan ini persiapan bahan atau pemilihan bahan adalah tahapan yang paling utama dalam membuat satu produk, maka kami disini memilih bahan dari kayu tisuk.
b. Persiapan Mesin
Supaya pengguna yang akan mengoprasikan mesin itu keselamatanya terjamin, maka setap mesin-mesin yang akan dipergunakan dalam proses produksi dipersiapkan terlebih dahulu.
Persiapan Mesin Meliputi:
·         Pemeriksaan mata gergaji
·         Pemeriksaan mata pisau pada mesin ketam
·         Pengontrolan kesikuan pada penghantar setiap meja mesin
4.1.2    Tahap Pelaksanaan
Tahap pelaksanaan merupakan tahap pekerjaan yang sangat menentukan pada hasil produksi.pada tahap ini benda kerja yang akan dibuat adalah rak TV.dalam proses pembuatan komponen- komponen rak TV,penyempurnaanya menggunakan mesin secara berurutan dan teratur dari unit ke unit.
Berikut ini urutan komponen atau bagian dari rak TV.
·         Tiang / kaki
·         Ambang
·         Palang
4.1.3 Tahap pengujian
Tahap pengujian terhadap produk yang akan dihasilkan terbagi dalam dua bagian yaitu:
·         Tahap pengujian komponen atau bagian
·         Tahap pengujian produk
Pengujian terhadap komponen atau bagian dilakukan sortir dimana komponen yang telah memenuhi sfesipikasi ditentukan sebagian dasar pengujian yaitu:
·         Memisahkan komponen yang rusak karena proses mesin
·         Memisahkan komponen yang dimesinya diluar ketentuan
Pengujian produk dilakukan setelah komponen tersebut dirakit yang meliputi:
·         Pemeriksaan setiap sambungan
·         Pengujian dan pemeriksaan terhadap lem yang digunakan setelah pengepresan.

4.2       Pembahasan Masalah
4.2.1 Analisa persiapan kerja
Setiap yang telah diuraikan pada tahap pemeriksaan maka persiapan kerja meliputi:
·         Persiapan bahan
·         Persiapan alat
·         Persiapan pengguna
Di bawah ini akan diuraikan rincian bahan yang diperlukan dalam membuat rak TV.
Tabel 2 rincian bahan baku rak TV
No.
Nama Komponen
Dimensi (Cm)
Jumlah
P
L
T
1
Tiang / Kaki
72
5
2.3
4
2
Palang
60
5
2.3
6
3
Ambang
35
5
2.3
8

4.2.2 Analisis pelaksanaan kerja
Didalam membuat rak TV ada beberapa langkah yang harus dilakukan diantaranya sebagai berikut:
4.2.2.1 Pembahanan
·         Mempersiapkan bahan sesuai dengan kebutuhan
·         Pemotongan kasar dengan menggunakan mesin gergaji pemotongan sesuai dengan kebutuhan
·         Penghalusan / meratakan kayu supaya mendapatkan hasil yang rata dan siku pada mesin ketam pertama
·         Pembahanan kayu sesuai dengan ukuran / kebutuhan dengan menggunakan mesin gergaji belah
·         Menyamakan ukuran panjang / pemotongan bersih pada arah panjang
·         Pelukisan pada bagian palang untuk membuat alur sesuai dengan yang ditentukan
·         Pelukisan pada bagian tiang,ambang dan palang untuk membuat lubang sesuai kebutuhan
·         Pembuatan alur pada bagian yang telah di lukis dengan menggunakan mesin gergaji belah
·         Pembuatan lubang pada mesin bor pada bagian yang telah di lukis dengan menggunakan mata bor no 08
·         Memasangkan dowel dengan diberi perangkat / lem.

4.2.2.2 Perakitan
·         Dalam langkah perakitan terlebih dahulu kita merakit / memasangkan bagian samping
·         Oleskan lem pada dowel bagian ambang dan lubang pada kaki sebagai bahan perekat
·         Masukan bagian ambang pada kaki ke bagian yang telah ditentukan
·         Melakukan pengepresan dengan menggunakan klem sampai benar-benar kuat
·         Setelah pongpok kanan dan pongpok kiri selesai dipasang,kemudian pasang palang depan dan belakang yang sudah dirovter dengan menggunakan rovter.dengan mata ukuran 7 mm.
·         Gabungan pongpok kanan dan pongpok kiri dengan palang-palang yang sudah disesuaikan
·         Lalu pasangkan ke korasan yang sudah tersedia.

4.2.2.3 Finishing
·         Permukaan kayu di ampelas terlebih dahulu searah serat kayu
·         Diberi dempul untuk menutupi luku pada kayu
·         Diampelas lagi untuk meratakan dempul yang tadi
·         Diberi dempul cair untuk menutupi pori-pori kayu
·         Diampelas lagi supaya lebih halus
·         Diberi folitur sirlak
·         Diampelas lagi
·         Pengkilapan

4.3       Analisis penyajian hasil
Seperti yang telah di uraikan di atas bahwa pengujian hasil meliputi :
·         Terhadap pengujian komponen
·         Terhadap pengujian produk






BAB  V
KESIMPULAN DAN SARAN

5.1       Kesimpulan
Dari hasil praktek kerja industri (PRAKERIN) yang dilakasanakan selama 3 bulan, baik dari hasil praktik langsung maupun dari hasil penyusunan laporan maka dapat kami simpulkan bahwa kami tidak saja mendapat pengetahuan tentang produk yang dibuat, tetapi kami juga mendapat banyak pengalaman dan masukan dari para pembimbing di pajaten indah.

5.2       Saran-saran
Dengan selesainyna laporan ini maka kmi seb agai penyusun mengemukakan saran,baik untuk sekolah maupun para siswa dan semoga dijadikan sebagai bahan pertimbangan.
Saran untuk sekolah
  • Kami mohon kepada pihak sekolah supaya lebih meningkatkan kembali kegiatan belajar-mengajarnya.
  • Berikan wawasan kepada kami yang lebih luas.
  • Tanamkan kepada kami rasa tanggung jawab.
  • Tanamkan motifasi kerja kepada kami supaya lebih mandiri.
Saran untuk siswa
  • Untuk menjadi manusia yang kualitas dan kuantitas yang lebih baik terapkanlah rasa disiplin pada diri kita, karna disiplin adalah kunci keberhasilan seseorang.
  • Jangan pernah takut mencoba sebelum kita mencoba sesuatu itu oleh diri kita sendiri.
  


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar